Aku Capek Jadi Kuat Sendirian

 

Aku Capek Jadi Kuat Sendirian

Aku nggak tahu sejak kapan aku mulai terbiasa menyimpan semuanya sendiri.

Sedihnya nggak aku ceritain.
Capeknya nggak aku tunjukin.
Berantakannya cuma aku biarkan terjadi di dalam kepala, tanpa suara.

Dari luar, aku terlihat baik-baik saja.
Bisa ketawa, bisa ngobrol, bisa menjalani hari seperti orang normal lainnya.

Tapi yang orang nggak lihat adalah…
aku sudah terlalu sering menenangkan diri sendiri di saat nggak ada siapa-siapa.

“Aku harus kuat.”
“Aku nggak boleh jadi beban.”
“Aku harus bisa beresin ini sendiri.”

Kalimat itu jadi kebiasaan, sampai aku nggak sadar… aku nggak pernah benar-benar minta tolong lagi.

Yang paling melelahkan bukan masalahnya.

Tapi perasaan bahwa aku harus menghadapi semuanya sendirian.

Ada hari di mana aku cuma ingin berhenti sebentar.
Bukan menghilang. Bukan menyerah.
Tapi cuma… berhenti jadi orang yang selalu baik-baik saja.

Tapi aku nggak tahu harus bilang itu ke siapa.

Jadi aku lanjut lagi.
Senyum lagi.
Jalan lagi.

Sampai aku lupa rasanya ditanya,
“kamu beneran baik-baik saja?”

Dan di titik itu aku sadar:

Mungkin aku nggak butuh semua jawaban.
Aku cuma butuh ruang untuk nggak selalu kuat.

Kalau kamu lagi baca ini dan ngerasa “aku juga capek tapi harus pura-pura kuat”…
aku cuma mau bilang satu hal:

Kamu nggak harus selalu sendirian.
Dan kamu nggak harus selalu kuat setiap hari.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

otak lagi kebanyakan simulasi

Kenapa Aku Sering Ngerasa Capek, Padahal Nggak Ngapa-ngapain