Kalau Aku Menghilang Pelan-Pelan, Jangan Kaget… Aku Sudah Lama Belajar Tidak Ada

 

Kalau Aku Menghilang Pelan-Pelan, Jangan Kaget… Aku Sudah Lama Belajar Tidak Ada

Aku pernah ada di titik di mana aku mulai bertanya hal yang nggak enak untuk dipikirkan:

“Kalau aku berhenti ada di kehidupan orang lain, siapa yang pertama sadar?”

Dan jujur… jawabannya nggak selalu meyakinkan.

Aku nggak langsung menghilang.
Aku cuma pelan-pelan jadi lebih diam.
Lebih sedikit cerita.
Lebih jarang terlihat.

Bukan karena aku mau pergi.
Tapi karena aku mulai terbiasa tidak terlalu dianggap.

Aku jadi orang yang hadir tanpa terlalu banyak jejak.
Ada di sekitar, tapi tidak benar-benar dicari.
Ada di percakapan, tapi tidak benar-benar ditunggu.

Dan lama-lama… itu terasa normal.

Yang paling aneh adalah ini:

Aku masih di sini, tapi aku mulai terasa seperti bukan bagian penting dari mana pun.

Bukan salah siapa-siapa.
Bukan juga karena ada yang jahat.
Tapi karena aku sendiri perlahan berhenti berharap terlalu banyak.

Sampai aku sadar sesuatu yang lebih jujur dari semua itu:

Mungkin aku bukan benar-benar ingin menghilang.
Aku cuma terlalu lama merasa seperti bisa digantikan.

Dan perasaan itu diam-diam mengubah cara aku melihat diriku sendiri.

Aku mulai lebih sering diam bukan karena tenang.
Tapi karena aku nggak tahu harus mulai dari mana kalau mau bicara lagi.

Tapi hari ini… aku menulis ini.

Bukan untuk menghilang lebih jauh.
Tapi untuk mengakui bahwa aku masih ada.

Dan mungkin itu cukup untuk saat ini.

Kalau kamu pernah merasa seperti kamu “ada tapi tidak terasa ada”…
aku ingin kamu tahu satu hal:

Kamu nggak sendirian di perasaan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Capek Jadi Kuat Sendirian

otak lagi kebanyakan simulasi

Kenapa Aku Sering Ngerasa Capek, Padahal Nggak Ngapa-ngapain